Giving more freedom to my phone

Giving more freedom to my phone

Once again, nobody can stop me. 3 min read

Sudah lama juga gue menggunakan Android, bahkan beban penggunaan aplikasi pun gue lempar ke android gue daripada di aipon. Berawal membeli android hanya untuk menguji Progressive Web Apps, malah jadi nyaman menggunakan Android.

Gue menggunakan Xiaomi Redmi 5. Orang miskin mah gak perlu yang aneh-aneh ya hp nya, cukup saomi aja.

MIUI is beautiful

Seriusan, dari sisi UI, UX, dan kegunaan, menurut gue udah pas banget. Ini kira-kira penampakan hp gue:

MIUI Apps

Simple, kan?

Something I hate from Xiaomi

Gue yakin Xiaomi jual hp murah karena alasan tertentu. Mereka mencari pemasukan dengan cara lain selain menjual handphone yang mahal tapi powerful. Yakni, via iklan. Hal pertama yang gue malesin dari xiaomi ini adalah IKLAN.

Iklan

Layar diatas ketika gue membuka video yang dikirim oleh teman gue di Whatsapp dan gue save (ketika masih pakai WA). Malesnya adalah aplikasi "bawaan" yang diinject iklan. Yang kedua, banyak aplikasi-aplikasi "bawaan" yang enggak berguna. Dan gak bisa dihapus, ini penampakannya:

Google

Untuk Google. Aplikasi google masih gue pakai lah dalam keseharian gue, dan ini yang bener-bener jarang banget gue pakai:

useless

Padahal, aplikasi-aplikasi yang gue pakai hanya ini:

MIUI Apps

Dan ini beberapa aplikasi "PWA" untuk eksperimen (yang ada di folder PWA)

I trust nobody

Mungkin kalian sudah tau gue lah ya bahwa gue orangnya rada sensitif dengan privasi, dan juga gue hampir susah banget percaya terhadap sesuatu. Ada beberapa alasan seputar Xiaomi ini yang gak bisa gue sebut takut dianggap rasis, intinya: MIUI tidak Open Source. Lalu bisnis mereka salah satunya juga menyangkut dengan iklan. Dan lo pasti paham maksud gue.

Sebagai seorang Advanced User, gue pun mulai mempertimbangkan untuk mengganti sistem operasi bawaan dari Xiaomi ini dengan alternatif yang Open Source. Pilihan gue jatuh kepada Lineage OS.

Meet LineageOS!

Meskipun sekarang hidup gue sudah terikat dengan layanan Google, tapi LineageOS membuat beberapa masalah seputar privasi setidaknya menjadi terlihat lumayan aman. Sebelumnya gue menginstall LineageOS dengan mode "Google-free", ternyata gue enggak nyaman. Jadi terpaksa gue install ulang lagi dengan membawa layanan Google.

Berikut pratinjau dari hp gue yang sekarang:

desktop

Masih sama-sama clean, kan? Menggunakan Android Oreo (yang katanya privacy nightmare), dan menggunakan LineageOS versi 15.

Bagaimana gue bisa berasumsi bahwa data pribadi gue aman? Ini:

aman

Dan gue yakin, pengembang pasti enggak ngasal ngasih notifikasi "Aplikasi X tidak akan dapat mengakses data pribadi blablabla...", pasti berdasarkan data dan algoritma kan?

Jika ingin melihat spec nya lebih lanjut, ini gambarnya:

spec

Dan ya, support dark mode! Dark mode everywhere (dan so customizable anjir)

Where is the freedom?

Pertama, aplikasi bawaan gak diatur oleh vendor dari hp gue. Video, Music, dsb. Tidak ada penampilan iklan yang tidak bisa dikendalikan, dan tidak ada fitur yang tidak bisa dimatikan seperti si bangsat ini:

notif

Itu untung aja push notifnya rada manusiawi, kadang dia ngasih yang berbau bokep. Dan itu gak bisa gue matikan fitur tersebut.

Juga, LineageOS Open Source. Kodenya bisa diaudit oleh siapapun.

Dan, mereka dibiayai oleh komunitas. Gue ngerti lah orang-orang yang seperti ini, mereka lebih mengedepenkan idealisme dibanding pragmatisme.

Hampir semua fitur "handphone" berjalan dengan baik, tapi sayangnya fingerprint enggak support. Pas googling sih harus ada konfig dikit, tapi karena gue lagi malesbanget jadi yaudah deh gini aja. Dan karena menggunakan Android Oreo, tampilan pun sangat enak dipandang!

apps

Aplikasi diatas adalah aplikasi-aplikasi yang gue pakai tiap hari. Lucu kan icon nya, beda banget sama MIUI.

Meskipun masih terikat dengan Google, setidaknya sudah tidak terikat dengan vendor alias xiaomi. Google Camera nya juga keren banget! Tampilan Gmail, opsi privasi, kustomisasi, pokoknya banyak deh yang tidak ditawarkan oleh MIUI.

Gue gak bakal balik lagi ke MIUI. Dan fyi, hp gue enggak gue root.

One more thing

Gue mencari alternatif dari Google Keyboard, karena you know lah. Pengennya aplikasi keyboard tersebut Open Source, dan memang dibuat untuk alasan privasi. Kasih tau ya kalau ada rekomendasi.

Tertarik pindah juga?

Aipon gue tetep menggunakan iOS, karena gue tau bisnis apple bukan di iklan dan jual informasi. Ya, hardware. So expensive. But worth.