Hello 2019!

Hello 2019!

New identity, new life, new hopes. 6 min read

2018 beberapa jam lagi akan selesai, diganti dengan tahun 2019. Tidak ada yang spesial dalam setiap peristiwa pergantian tahun, namun bisa dijadikan pacuan untuk mengukur pencapaian kita ditahun tersebut.

Setiap tahun orang-orang akan membuat resolusi nya untuk tahun depan, and so I. Tapi mulai 2019 ini gue enggak membuat resolusi, melainkan akan merekap apa yang sudah gue lakukan pada tahun tersebut.

Daripada membuat daftar diakhir tahun untuk "sesuatu" yang akan kita capai pada tahun setelahnya, mendingan merekap apa yang sudah kita lakukan yang paling bermakna pada tahun tersebut. Karena akan ada saja hal-hal besar yang tidak terduga, yang ternyata tidak dibuat didaftar, dan sering kali kita melupakan nya, kan?

Resolusi 2018 gue

Gue entah lupa atau memang tidak membuat resolusi untuk 2018 ini, jadi just skip it.

Something (interesting) I got in 2018

  • Gaji yang lebih dari cukup (untuk di kota Bandung)
  • New handphone (Android)
  • Kindle Paperwhite (Goodbye, books!)
  • Mechanical Keyboard (I do invest in ergonomic)
  • Secondary monitor (Untuk nonton & koding)
  • Bluetooth mouse (Goodbye wireless, goodbye battery. Go green!)
  • New job (As UI Engineer)

Something I learnt in 2018

New Careers

Pada tahun 2019 gue sudah resmi menjadi UI Engineer (#1 employee) disuatu remote startup yang bergerak dibidang Software as a Service, sebuah software untuk membantu dalam kolaborasi & komunikasi. Ini sangat risky karena di Indonesia sendiri belum ada SaaS seperti ini.

Dan juga beberapa kompetitor yang ada diluar Indonesia.

Menurut gue, kompetitor ini enggak terlalu berperan penting. Karena di Indonesia sendiri masih banyak yang belum familiar dengan kompetitor sekarang. Kecuali the big ones: Google. Gue rasa, Open Source dan privacy-first features menjadi nilai tambah untuk produk yang sedang kami kembangkan sekarang.

Goodbye, past career!

Sebelumnya gue menjadi Head of Frontend Engineer disebuah startup yang bergerak dibidang pendidikan. Menjadi posisi "Head" (or self-proclaimed: Architect) menjadi sangat berarti untuk gue, yang berarti gue memiliki peran yang lumayan penting disana, plus gue seseorang yang menentukan tools, frameworks, dll yang akan digunakan disisi Frontend.

Dan ya, gaji.

Ditempat sekarang, posisi gue hanya seorang UI Engineer. Hanya bertanggung jawab di User Interfaces. Tapi gue punya andil juga dalam penentuan framework, tools, dll apa yang akan digunakan nanti disisi frontend, tapi yaa tidak terlalu berperan dibanding ditempat sebelumnya.

Dan ya, gaji nya lebih kecil.

Tapi gue dapet nilai plus ditempat baru, salah duanya adalah Stock Options dan Remote working. Gue ingin menyelesaikan tugas (beban) kuliah gue terlebih dahulu agar bisa merintis karir lebih jauh lagi.

So, life must goes on. Move on!

Ergonomic

Gue mulai peduli dengan ergonomi dalam bekerja. Agar bisa lebih produktif, sehat, dan efisien. Dan gue juga mulai investasi dibidang ergonomi ini.

Minimalism

Meskipun gue tipe orang yang membeli sesuatu karena butuh bukan karena ingin, tapi parameter butuh ini gue punya. Jadi selagi gue butuh, gue akan beli. Seperti butuh Android untuk PWA, meskipun sampai sekarang gue belum membuat aplikasi PWA itu sendiri.

Berkat mempelajari tentang Minimalisme, banyak barang-barang yang gak gue gunakan gue buang, jika lumayan berharga, gue kasih ke temen gue yang butuh. Gue gak merasa kehilangan akan barang-barang tersebut, karena: Gue gak butuh barang tersebut.

Go green

Meskipun gak ada yang peduli (mungkin) dan hasil nya tidak terlalu terlihat, tapi gue berfikir setidaknya gue mulai dari diri gue sendiri. Gue mempelajari tentang Global warming didunia nyata, tentang sampah plastik yang semakin menumpuk, berkurang co2, panasnya kota Serang, dll.

Ada yang menjanggal dalam hati gue ketika gue ikut andil dalam global warming, dalam ber-'sampah'. Akhir-akhir ini ingin mengurangi penggunaan plastik (dari Air mineral, plastik hasil belanja, dll). Gue belanja ke Indiemaret membawa totebag sendiri (dari wwwid!, gue membawa minum sendiri kemana-kemana untuk mengurangi pembelian air kemasan, dsb.

Gue pun mulai lebih banyak berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan bermotor! Bahkan berniat untuk mengembalikan motor ke kampung halaman, dan ingin menggunakan sepeda saja. Ada satu hal yang belum bisa gue tinggalkan: Merokok. Ya, asap rokok sangat berperan dalam polusi, karbondioksida. Belum bisa gue tinggalkan karena memang gue gak ada niat aja.

Going paperless

Untuk memenuhi gaya hidup minimalis dan go green. Gue enggak perlu beli buku fisik (Go minimalism), dan juga bisa ikut andil dalam go green (tidak ikut andil dalam penebangan pohon untuk membuat kertas), meski tidak terasa, yang penting ada kesenangan tersendiri untuk diri gue.

Gue senang dengan buku fisik. Tekstur kertas nya, wanginya, dan pengalaman ketika membuka lembaran-lembaran nya. Tapi yang gue butuhkan adalah ilmu nya, pelajaran nya, bukan komponen-komponen lain yang hanya sebagai pemanis dalam pengalaman membaca buku. So, I leave it. Welcome, kindle!

Work-life Balance

Gue selalu bekerja didepan layar & diatas keyboard. Setiap gue kedua kondisi tersebut, otak gue serasa sedang kerja meskipun bukan kerja (nonton, belajar, dll). Terlebih sekarang gue remote worker, hampir setiap saat merasa sedang bekerja, karena pada dasarnya gue sering bekerja dikamar daripada di coffee shop sekarang.

Gue ingin mencari hobi baru, yang tidak berkaitan dengan layar dan keyboard. Aktifitas pertama yang menarik menurut gue adalah bercocok tanam, karena kampung halaman gue adalah salah satu kabupaten yang bergerak dibidang agronomi. Belum gue lakukan karena masih mempelajari lebih dalam, dan mungkin akan gue mulai dari menanam yang ringan-ringan aja.

Kartu Kredit

Umur sudah 21, tawaran kartu kredit pun mulai berdatangan mengingat pihak Bank bisa mengakses pemasukan-pengeluaran kita. Di tahun 2018 ini gue membuat kartu kredit, dan gue gunakan untuk transaksi internasional. Gue selalu mengingat agar kredit jangan melebihi 10% dari gaji gue, atau paling parah 20%. Untuk pengeluaran subscription paling sekitaran 200rb an, tidak sampai 5% dari gaji gue.

Meskipun gue sedikit ragu menggunakan kartu kredit (karena pada dasarnya hanya untuk memenuhi gaya hidup), tapi, setidaknya lah. Gue masih muda, do having fun!

Menabung & Ber-investasi

Gue sudah commit untuk menabungkan 20% dari gaji gue (pelit amat yak cuma 20%), dan 0.5g dalam bentuk emas. Meskipun gue yakin dengan hidup lah seperti hanya untuk hari ini alias jangan berharap akan ada esok hari, tapi gue capek juga having fun setiap hari. Daripada uang menghilang secara gaib, mending gue simpen dilain tempat.

Karena menabung hanya menyimpan, gue ingin mencoba meng-investasikan nya, agar apa yang gue simpan berkembang. Entah berkembang semakin banyak, atau malah ngurang hehe. Sekarang investasi nya yang real-real aja dulu: Ilmu & Kesehatan. Walau sedikit bullshit, gue kira lu semua suka dengan omong kosong gue haha.

Something I hate in 2018

Overthinking in relationship

Di tahun 2018 ini, gue terlalu memikirkan tentang status gue yang single.

Oke, jomblo.

Terlebih ketika gue sedang merasa kesepian, atau sedang down. Semoga ditahun 2019 nanti gue enggak terlalu memikirkan tentang relationship, karena relationship enggak bikin gue sarjana.

Apalagi bikin kaya.

Kebanyakan beli domain

Ya, mungkin 7+. Dan yang terpakai hanya beberapa, goblok lu riz. Semoga 108kb.io ini domain terakhir yang akan gue seriuskan.

Unfinished side project

Penyakit klasik untuk mereka yang ingin memulai proyek sampingan: Tidak kelar. Kalau kelar, biasanya tidak di ship. Sekarang gue udah tau kapibilitas gue dalam memulai side project itu sampai mana, semoga bila memang ada rencana untuk memulai projek sampingan lagi gue akan benar-benar teliti.

Subscription for something that I don't (actually) need

Di tahun 2018 banyak juga layanan yang gue sewa, dan padahal tidak terlalu berguna dalam hidup gue. Di tahun 2019 nanti gue harap gue hanya menyewa layanan yang benar-benar sekiranya sangat berguna dalam hidup gue.

2019, here we go!

Thanks for 2018, banyak pelajaran yang gue dapat. Waktunya move on, pelajari; Hindari, dan perbaiki kesalahan yang sudah gue buat ditahun 2018 kemarin.

Di tahun ini akan fokus mempelajari Software Development dari sisi Management. Functional programming pun ada di list yang gue pelajari di 2019 (meskipun gue mulai nya dari 2018, dan belum selesai mempelajarinya sampai sekarang)

Perempuan

Masih mengharapkan dia. Orang pertama yang membuat gue berani menjabat tangannya dan langsung berkenalan dengannya tanpa perantara. Semoga dia sehat selalu, dilancarkan rezekinya, dan selalu dihindarkan dari marabahaya. I support you from here silently, baby!