Hilang Arah

Published 26 Jan 2019 ☕️ 3 min read

Mungkin karena sedang proses pendewasaan, dimana gue sedang mencari jati diri gue, gue sering kali merasa seperti hilang arah. Gue enggak tau sebenarnya arah mana yang harus gue pilih. Mungkin meskipun gue memilih arah yang salah, gue bisa belajar dari situ. Yang jadi masalah, ketika gue merasa seperti gue tersesat.

Tidak memiliki arah, seperti saat ini.

Mungkin.

Karir

Gue sudah merasa yakin dengan tangga karir yang gue ambil sekarang: Frontend Development. Alhamdulillah sampai hari ini belum menemukan keraguan yang parah akan karir gue yang gue ambil sekarang ini sebagai Frontend Engineer. Pastinya gue ingin “naik level”, tidak mungkin “betah berlama-lama” dilevel ini saja. Ya, comfort zone is boring. Maksud gue, bukan berarti gue pindah dari Frontend Developer menjadi Devops Engineer misalnya, tidak.

Ya, naik level. You know lah. Dari sisi pengalaman, pengetahuan, jabatan, tanggung jawab dan ehm, gaji.

Untuk sekarang masih nyaman berada dilevel “Frontend Developer” biasa aja, iya, Staff. Karena gue pun sadar siapa gue, dan tingkat pendidikan gue baru sampai mana.

Kehidupan

Gue kok seperti merasa monoton dengan kehidupan gue, ya? Bangun tidur, sarapan, kerja, ngopi, ngudud, makan, ibadah, jalan-jalan, belajar/nonton, tidur. Everyday. Paling cuma urutannya aja mungkin yang berbeda.

Apakah kehidupan seperti ini kah yang akan gue jalani terus menerus sampai tua? Ya, pasti jawabannya “gak bakal”. Tapi sampai hari ini aja gue sedang merasa tersesat. Gue seperti gak punya arah, jadi mau gak mau harus mengikuti jalan yang ada aja.

Boring banget gak, si?

Di kosan, paling tidur-tiduran; Denger lagu, nonton, belajar, bersosial. Diluar, paling bersosial kalau gak ya kerja. Jalan-jalan, paling menikmati suasana; Ngobrol sama penjual yang ada, denger musik, bersosial media. Gitu-gitu aja terus.

Mungkin ketika gue memilih “untuk tidak melihat kehidupan orang lain”, bisa membuat hidup gue tenang. Tapi nyatanya, malah membuat hidup gue seperti boring. Karena, yaaa siklus hidup gue gitu-gitu aja kali, ya? Murni, tanpa drama, mengalir sebagaimana air mengalir.

Anjing ini boring banget sih. Tapi tetep, gue sampai hari ini gak pernah tergiur dengan cara hidup/gaya hidup orang lain, just be myself.

Identifikasi Masalah

Biasanya, untuk bisa mengetahui solusi dari setiap masalah, kita harus benar-benar mengetahui masalah apa yang sebenarnya sedang kita alami. Dan gue memilih dengan mengobrol dengan diri sendiri, yakni via blog ini. Gak mungkin gue benar-benar ngobrol sendiri sama diri sendiri karena gue orangnya enggak gitu. Fyi, karena ini masalah gue, berarti solusinya pun berdasarkan dari pilihan yang gue ambil, alias kembali kepada diri sendiri. Itulah mengapa gue enggak melibatkan orang lain untuk kasus ini.

Boring

Masalah utama gue in my daily basis is feel boring. Monoton. Gak bisa hidup gue tenang seperti ini, meskipun gue menyukai ketenangan. Harus ada tantangan di setiap hari gue.

Oh, fuck.

Sorry to end this earlier and deciding to not continue finishing this post. Dua hal diatas hanyalah masalah-masalah kecil yang mungkin sebenarnya bisa gue atasi dengan mudah. Dan ternyata, gue baru sadar bahwa akar dari masalah gue selama ini adalah karena gue kurang ibadah. Kurang solat, kurang dzikir, kurang ngaji, dunia terooos.

Hidup terasa tidak tenang, dan hati terasa tidak tentram.

Thanks, you hate myself. And so I.