Iri

Iri

Iri merupakan hal yang manusiawi menurut gue 3 min read

Oke jadi gini, siapa sih disini yang tidak main Instagram? Dan siapa disini yang menggunakan Twitter? Gue kira mungkin 99% jawabannya pada menggunakan Instagram, dan mungkin ada beberapa yang masih menggunakan Twitter juga. Ada jokes klasik terkait Twitter VS Instagram yakni: Instagram pamer kekayaan, Twitter pamer kemiskinan. Untuk Instagram tempat pamer kekayaan, gue setuju. Mungkin enggak semua, tapi rata-rata ya. Mungkin jika disebut dengan kekayaan 'asa' kurang sreg, mari kita persingkat menjadi tempat pamer.

Gue tipe orang yang gampang iri, tapi untung gue orangnya sadar diri. Maka dari itu gue tidak mengikuti akun-akun artis di Instagram, demi ketenangan dalam kehidupan gue. Alih-alih khawatir mencari cara bagaimana seperti mereka, lebih baik bekerja keras agar bisa menjadi pribadi yang kita inginkan.

Gue sadar Instagram bukanlah tempat gue mencari duit, gue menggunakan Instagram just for fun. Tempat membangun portfolio gue pun bukan dari Instagram, terus tadi malem gue kefikiran kalau gue bisa menghabiskan waktu lama-lama, plus bisa mendapatkan rasa iri ketika menggunakan Instagram, mengapa gue enggak bisa melakukan hal yang serupa juga ya?

Explore project di Github, misalnya.

Sejujurnya motivasi gue dalam menulis pun, terlebih di Medium, salah satunya adalah karena faktor iri tersebut.

anjir keren lah si A, tau & bisa banyak, terus dibagikan via tulisan lagi!

anjir ni orang tata bahasa nya keren banget, gue belajar juga deh

gila ni orang cara telling storynya asik abis, gue belajar juga deh.

Dari situ muncul keinginan gue untuk menulis lebih banyak dan lebih baik. Bukan bermaksud untuk menyaingi mereka, tapi mencoba untuk berada diantara barisan mereka. Dibarisan para penulis. Dibarisan para seseorang yang membagikan apa yang dia tau atau pelajari via tulisan.

Nah lalu munculah inisiatif gue memasang aplikasi yang bernama Fasthub di HP android gue. Sama-sama ada Feed, ada Explore (ada trending, malah!), dll. Seperti sosial media seperti biasanya, bedanya kita memamerkan "Kontirbusi" kita ke komunitas Open Source.

Wah ya ketika gue liat feed gue, anjay ni orang pada produktif bener, gue pengen berada dibarisan mereka ah!. Dan di Github itu, sekaligus gue bisa membangun portfolio gue juga!

Ketika ingin mencari inspirasipun, ada kolom Explore dan Trending. My first impression looks like: I should focus on, this! Here is my passion. Stop worrying about what others share via Photos, instead Talk is cheap, show me your code!. Gue jadi iri sama orang-orang yang banyak berkontribusi ke dunia open source, khususnya yang lewat di feed/timeline gue di Fasthub. Gue ingin berada dibarisan mereka juga, syukur-syukur bisa membuat orang iri juga, lalu tergerak untuk mengikuti keirian ini hahaha.

Sejujurnya gue akhir-akhir ini sedang aktif-aktifnya bermain Instagram, karena kebetulan sekarang lagi patah hati nih.

Iya, seriusan anyiiiing patah hati ini gue.

Gue uninstall Instagram deh, toh postingan gue dan story gue juga gak ada yang peduli haha. Paling dikomentar juga sama orang iseng, dan itupun gak bisa buat bangun portfolio.

Apalagi dapet duit wkwkwkkkwwkkwkw.

Kalau kontirbusi kan meski gak ada yang peduli, yang penting gue bisa bangun portfolio gue disana. Syukur-syukur kalau ada yang peduli, syukur-syukur kalau ada yang pakai. Syukur-syukur lagi kalau ada yang merasa terbantu.

Dulu pernah commit ke komunitas tiap weekend, tapi tersendat karena kerjaan ditempat baru, yang mana akan di Open Source_kan juga. Open Source yes, bukan Open Core. Biar ngerasa _Work-life Balance dan karena gue belum dapet hobi selain didepan layar, jadi gue nikmati dulu hobi ini. Okeoke, mari kita mulai. Bikin apa, ya? Fix apa, ya? Kontribusi apa, ya? Jawabannya ada di diri kita sendiri. Tidak dapat cari inspirasi? Cari gueeee.

Cari inspirasi lah, di Explore & Trending.


Teruntuk kamu, jaga selalu kesehatan, ya. Jika masih/ingin mencari aku, Telegramku masih yang lama kok.

Regards