Learn Harder

Learn Harder

While you are nobody, everything you think is nothing 2 min read

Seriously.

Ketika kita masih bukan siapa-siapa, segala pemikiran kita bukanlah apa-apa. Dan beda ketika kita sudah menjadi "siapa-siapa", maka apa yang kita fikirkan merupakan "sesuatu".

Ketika gue berfikir bahwa "React is bad" sebagai seorang Frontend Engineer dari sebuah startup yang namanya belum dikenal orang, maka yang ada difikiran pembaca adalah "Apaan sih ni orang?", "Siapa sih nih orang? Sok-sokan ngomongin tentang React". Beda lagi ketika yang bilang tersebut misalnya VP Engineering of something, atau Senior Frontend Developer of something.

Atau Something developer expert from some company.

Enggak, gue bukan menyebarkan imposter syndrome. Just tell the truth. Lalu, apakah memang bila kita sudah menjadi "seseorang", merupakan hal yang menyenangkan? Jawabannya sama seperti ketika kita masih menjadi "bukan seseorang": Tergantung.

Apaan sih riz?

Gini, let me tell you something.

Siapa yang enggak kenal Dan Abramov? Salah satu pembuat Redux & sekarang menjadi Frontend Developer di Facebook bekerja untuk React. Yang paling gue saluti dari Dan adalah dia membagikan apa yang dia ketahui (khususnya seputar React) kepada orang-orang melalui blognya.

Karena dia "seseorang", banyak hal yang harus dia lawan. Seperti menghadapi response terhadap orang lain yang tidak suka dengan React Hooks. Atau, "meluruskan" pemikiran untuk orang-orang yang buta. Ketika React Hooks diluncurkan, artinya kita harus me-rewrite Class component kita. Atau ketika dia membuat Redux, dia harus memberikan pemahaman bahwa You might not need Redux.

Ya, tanggung jawab. Ketika kita sudah menjadi "seseorang", ada tanggung jawab yang harus diemban. Dan kerennya si Dan ini, dia peduli dengan tanggung jawab tersebut. Dan seperti yang kita tau, mengemban tanggung jawab lebih berat dari apapun.

Selama kamu bukan siapa-apa.

Begitupula gue. Kita bebas berpendapat, kita bebas melihat sesuatu menggunakan pandangan kita sendiri. Kita bebas bilang React is good, Vue is bad, Electron is sucks, dll. Karena pandangan kita masih bukan apa-apa. Beda ketika kita bilang React is bad, sedangkan kita seorang Principal Software Engineer at something. Karena pandangan kita akan mempengaruhi pandangan orang lain juga, dan kita harus bertanggung jawab akan itu! Disinilah "Silence is sometimes gold" berpengaruh.

Ketika kita masih di fase "bukan siapa-siapa", gunakanlah fase ini sebaik-baiknya. Belajar lebih keras. Persetan dengan "View, model, controller is my own not representing my employment", bahkan orang lain gak tau company tempat kita bekerja dan apa yang sedang kita kerjakan.

Gue yakin setiap orang pasti akan menjadi "seseorang", setelah melewati fase masih menjadi "bukan siapa-siapa". Setiap orang pasti begitu, 7 tahun yang lalu bahkan kita tidak kenal siapa Dan Abramov, Andrew Clark, atau Addy Osmani, kan?

Belajar lebih keras.

Lebih giat.

Ketika sudah menjadi seseorang, knowledge gap pun menjadi sesuatu.

Love you.