Work + Life = Blog

Work + Life = Blog

Why I don't separate my blog between work & life? 4 min read

Gue salah satu orang yang mempromosikan bahwa seorang Developer seharusnya menulis blog. Atau lebih kerennya jika memiliki blog sendiri. Entah untuk keperluan personal branding, membangun portfolio, dan lain-lain. Keuntungan lainnya biasanya akan didapatkan setelah kita memulailnya.

Jika melihat dari berbagai tulisan yang sudah gue publish baik di Medium atau di blog gue sendiri mengapa topik yang gue bahas campur? Teknikal iya, tentang kehidupan iya? Katanya bangun personal branding?

Begini, setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing, dan ini pendapat gue.

Tujuan membuat blog

Membangun personal branding dan portfolio hanyalah omong kosong dari gue. Tapi, bagaimana lagi cara membangun personal branding didunia digital selain dengan membuat blog? Hanya menampilkan portfolio?

Kan bisa dibalut dengan storytelling, riz!

Bukankah itu blog?

Oke, jadi mari kita singkirkan terlebih dahulu dua tujuan tersebut. Tujuan gue membuat blog adalah untuk berbagi fikiran, untuk mengajak orang lain melihat sesuatu berdasarkan pandangan gue, dilanjut dengan pandangan sang pembaca. Bertukar fikiran, tempat berkeluh kesah namun ingin tetap terlihat keren, tempat dimana gue bisa menuangkan fikiran kepada siapapun yang bahkan gue enggak kenal dia siapa, dimana, dan berlatar belakang apa.

Dan satu lagi, TBH, mempercantik streak diprofile Github gue. Karena blog ini disimpan di Github.

Twitter mungkin bisa menjadi alternatif untuk bertukar fikiran. Namun sayang hanya sebatas 240 karakter, tidak bebas (kalian tidak memiliki kontrol penuh atas tweet kalian), dan ya: Gue enggak terlalu suka dengan long thoughts yang dituangkan dengan membuat thread.

Dengan blogging, gue secara tidak langsung mengajak pembaca untuk kenal lebih dekat dengan gue. Kerennya, bisa dilakukan meski tanpa interaksi (I watch you, silent reader!)

Technical blog is boring

Jika tujuan kita benar-benar ingin belajar tentang berbagai topik dari sisi teknikal, gue rasa personal blog tidak cocok. Pertama karena kita ingin membangun personal branding, yang kedua Technical Blog is different with Personal Blog.

Gue pembaca blognya Dan Abramov yang ber-alamatkan overreacted.io. Dari tagline blognya adalah Personal Blog by Dan Abramov. Dan konten diblog tersebut memang tidak semua berisi seputar "teknikal", ada beberapa topik seperti Things I Don’t Know as of 2018 yang meskipun berisi seputar "teknikal", namun pembahasan sebenarnya adalah tentang "kehidupannya".

Enggak, gue enggak mengikuti Dan Abramov. Gue adalah Fariz, be myself. Dan untuk Technical Blog yang benar-benar gue enjoy (diluar) adalah Auth0 Blog, Google Web Updates dan lain-lain yang merepresentasikan "non-personal" branding.

I have life

Meskipun gue bukan seseorang yang work-life balance, gue cuma ingin menegaskan bahwa gue juga punya kehidupan. Kehidupan gue bukan selalu tentang JavaScript, loh, kehidupan gue enggak selalu tentang Frontend, loh. Dsb.

Dan masih banyak topik lain yang mungkin menarik untuk dibahas/dibagikan seputar kehidupan yang gue pilih untuk dibagikan secara publik ke internet.

Denhan membagikan beberapa seputar "kehidupan" gue ke orang lain, mereka bisa mengenal lebih dekat dengan gue. Tau sedikit tentang cara berfikir dan memandang gue, tau cara gue memandang & menyelesaikan masalah, dan lain-lain yang gue tulis di blog.

Para rekruiter/HRD pun gue yakin enggak selalu melihat seorang kandidatnya hanya sebatas dari skills dsb, kan? Pasti mereka juga melihat dari segi attitude, soft-skill, dsb. Gue enggak mencoba untuk mempercantik diri gue agar terlihat wow disini, pura-pura baik, dll. I build my own personal brand, for real. Everybody is (should be) unique, right?

I love storytelling

Entah mengapa gue seneng banget bercerita. Dan juga gue senang mendengarkan cerita orang lain. Enggak bakal mungkin kalau gue bercerita tentang seputar teknikal. Dengan menulis blog, dan membahas tentang kehidupan, membuat gue seperti berlatih dalam bercerita. Mencoba sebisa mungkin untuk bertukar informasi kepada pembaca semudah mungkin.

Melatih agar bisa membuat tulisan yang enak dibaca. Yang bisa dinikmati. Yang terasa feel nya. Yang kalau gue sedang bercerita tentang nyamannya suasana kota Bandung, lu bisa merasakan seakan-akan lu sedang berada disana.

Susah? Memang. Tapi pasti akan bisa bila terbiasa dan terus berlatih.

Ya, gue bukan seorang motivator.

Impactnya kan untuk kita juga. Seperti tau pattern untuk membahas sesuatu yang mudah dicerna, misalnya. Jadi, ketika misal kita membahas tentang misal Reason why I love ReasonML, inti apa yang kalian tulis/bagikan tersebut bisa mudah dicerna oleh orang lain, mudah dimengerti, dan syukur-syukur menjadi "racun" yang menyebabkan orang lain tersebut mengikuti apa yang lu lakukan. Fucking influencer.


Oke gue merasa tulisan ini rada ngalor-ngidul, karena entah kenapa hari ini gue enggak bisa fokus banget (mungkin karena habis kalang kabut). Inti dari tulisan ini yang mau gue sampaikan adalah:

  • Saya, sebagai seorang Developer, juga memiliki kehidupan. Dan kehidupan saya tidak selalu tentang JavaScript. Kadang tentang UX, Frontend, dll. Haha, bad jokes. Ya, saya juga memiliki kehidupan lain diluar pekerjaan saya.
  • Technical blog !== Personal Blog. Personal brand !== Business brand
  • Saya ingin memiliki keahlian selain menjadi pendegar yang baik, juga ingin menjadi pencerita yang baik. And you should too, I dare you.
  • Setiap saat membahas tentang teknikal/programming is boring. Come on, tell your story; Bagikan apa yang pantas/yang ingin anda bagikan kepada orang lain yang sekiranya bisa menghibur diri sendiri dan orang lain.
  • Don't 100% trust everything what Fariz thought & wrote. Always.

Penutup

Tujuan Auth0 Blog, Several People are Coding, Medium Engineering, dll adalah untuk membangun brand mereka. Business brand, dengan melakukan pendekatan kepada komunitas developer--orang-orang yang memiliki hobi programming--sebagai salah satu target market mereka.

Gue enggak membangun komunitas disini--Fariz community, asu bisa gitu ya--tapi gue disini bertingkah sebagai Fariz. My own brand. Wanna be my friend? Wanna be my couple? Wanna hire me? Wanna be your mentor? Wanna be your partner? Etc. Here is the way you can choose to learning more about me!

Me, as Fariz. Not as representation of my employment.

Mungkin begini saja, selamat istirahat. Enjoy your Friday!